JAKARTA



Mengenal lebih jauh tentang kota jakarta baik sejarah, wilayah administrasi, budaya, penduduk, kesehatan serta profil gubernur dan wakil gubernur Anies-Sandi 2018 . informasi sekilas jakarta dipersembahkan oleh PurnamaAcademy lembaga training IT dan Manajemen terpercaya di Jakarta

SEJARAH

Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar Indonesia. Terletak di estuari Sungai Ciliwung, di bagian barat laut Jawa, daerah ini telah lama menopang pemukiman manusia. Bukti bersejarah dari Jakarta berasal dari abad ke-4 M, saat ia merupakan sebuah permukiman dan pelabuhan Hindu. Kota ini telah diklaim secara berurutan oleh kerajaan bercorak India Tarumanegara, Kerajaan Sunda Hindu, Kesultanan Banten Muslim, dan oleh pemerintahan Belanda, Jepang, dan Indonesia. Hindia Belanda membangun daerah tersebut sebelum direbut oleh Kekaisaran Jepang semasa Perang Dunia II dan akhirnya menjadi merdeka sebagai bagian dari Indonesia.

Jakarta telah dikenal dengan beberapa nama. Ia disebut Sunda Kelapa selama periode Kerajaan Sunda dan Jayakarta, Djajakarta, atau Jacatra selama periode singkat Kesultanan Banten. Setelah itu, Jakarta berkembang dalam tiga tahap. "Kota Tua Jakarta", yang dekat dengan laut di utara, berkembang antara 1619 dan 1799 pada era VOC. "Kota baru" di selatan berkembang antara 1809 dan 1942 setelah pemerintah Belanda mengambil alih penguasaan Batavia dari VOC yang gagal yang sewanya telah berakhir pada 1799. Yang ketiga adalah perkembangan Jakarta modern sejak proklamasi kemerdekaan pada 1945. Di bawah pemerintahan Belanda, ia dikenal sebagai Batavia (1619–1949), dan Djakarta (dalam bahasa Belanda) atau Jakarta, selama pendudukan Jepang dan masa modern. (source : wikipedia)

JUMLAH PENDUDUK 

Berdasarkan data Badan Pusat Statisik, jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2015 mencapai 10,18 juta jiwa. Kemudian meningkat menjadi 10,28 juta jiwa pada 2016, dan bertambah menjadi 10,37 juta jiwa pada 2017. Artinya, selama dua tahun terkahir jumlah penduduk di Ibu Kota bertambah 269 jiwa setiap hari atau 11 orang per jam.

Adapun wilayah dengan populasi terbanyak adalah Jakarta Timur dengan jumlah penduduk mencapai 2,89 juta jiwa, diikuti Jakarta Barat (2,53 juta jiwa) dan Jakarta Selatan (2,23 juta jiwa). Lalu Jakarta Utara (1,78 juta jiwa), Jakarta Pusat (921 ribu jiwa), serta Kabupaten Kepulauan Seribu (24 ribu jiwa).

Sementara rasio perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan di Jakarta pada tahun lalu mencapai 100,61. Artinya jumlah penduduk laki-laki di Jakarta lebih banyak dibanding perempuan. Jumlah penduduk Jakarta tersebut berdasarkan proyeksi Sensus Penduduk 2010.

SUKU BETAWI

Suku Betawi adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang penduduknya umumnya bertempat tinggal di Jakarta.

Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil perkawinan antar etnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Tionghoa.

Namun menurut sebagian Peneliti yang sepaham dengan Lance Castles yang pernah meneliti tentang Penduduk Jakarta di mana Jurnal Penelitiannya diterbitkan tahun 1967 oleh Cornell University dikatakan bahwa secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Bali, Bugis, Makassar,dan Ambon, serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.

Pada penelitiannya Lance Castles menitik beratkan pada empat sketsa sejarah yaitu:

Daghregister, yaitu catatan harian tahun 1673 yang dibuat Belanda yang berdiam di dalam kota benteng Batavia.
Catatan Thomas Stanford Raffles dalam History of Java pada tahun 1815.
Catatan penduduk pada Encyclopaedia van Nederlandsch Indie tahun 1893
Sensus penduduk yang dibuat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930.

Di mana semua sketsa sejarahanya dimulai pada tahun 1673 (Pada Akhir Abad ke 17), sketsa inilah yang oleh sebagian ahli lainnya dirasakan kurang lengkap untuk menjelaskan asal mula Suku Betawi dikarenakan dalam Babad Tanah Jawa yang ada pada abad ke 15 (tahun 1400-an Masehi) sudah ditemukan kata "Negeri Betawi". Suku Betawi secara geografis terletak di pulau Jawa, namun secara sosiokultural lebih dekat pada budaya Melayu Islam.

ICON BETAWI

Mungkin banyak orang yang tidak tahu makna dan arti 8 ikon Budaya Betawi yang ditetapkan Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsonopada 1 Februari 2017 tersebut.

Pertama, ondel-ondel sebagai lambang kekuatan yang memiliki kemampuan memelihara keamanan dan ketertiban, tegar, berani, tegas, jujur dan anti manipulasi.

Kedua, kembang kelapa (manggar) melambangkan kemakmuran, simbol dari kehidupan manusia yang bermanfaat sebagaimana manfaat pohon kelapa, sifat keterbukaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, tatawarna (multikultur) kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jakarta.

Ketiga, ornamen gigi balangi sebagai lambang gagah, kokoh, dan berwibawa.

Keempat, baju sadariah sebagai identitas lelaki rendah hati, sopan, dinamis, dan berwibawa


kelima, kebaya kerancang sebagai lambang keindahan, kecantikan, kedewasaan, keceriaan dan pergaulan yang mengikuti kearifan, aturan, dan tuntunan leluhur.

Tujuannya untuk memelihara keanggunan dan kehormatan perempuan.

Keenam, batik Betawi sebagai keseimbangan alam semesta untuk memenuhi hidup yang sejahtera dan berkah.

Ketujuh, kerak telor merupakan sisi kehidupan manusia yang mengalami perubahan lingkungan secara alamiah.

Kerak Telor sebagai lambang pergaulan yang harmonis.

KedelapaN, bir pletok dimaknai sebagai penopang hidup sehat secara lahir dan batin.


ADMINISTRATIF

DKI Jakarta merupakan daerah yang terletak di 5° 19' 12" - 6° 23' 54" LS dan 106° 22' 42" - 106° 58' 18"BT. Secara geologis, seluruh dataran terdiri dari endapan pleistocene yang terdapat pada ± 50 m di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri atas lapisan alluvial, sedang dataran rendah pantai merentang ke bagian pedalaman sekitar 10 km. Di sebelah utara membentang pantai sepanjang 35 km, yang menjadi tempat bermuaranya 13 buah sungai dan 2 buah kanal. Di sebelah selatan dan timur berbatasan dengan Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota  Bekasi dan Kabupaten Bekasi, sebelah barat dengan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, serta di sebelah utara dengan Laut Jawa.

Berdasarkan administrasi wilayah,  Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kota  administrasi dan satu Kabupaten administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta Pusat dengan luas 47,90  km2, Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2, Jakarta
Barat dengan luas 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, dan Kota administrasi Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, serta Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2.

PENDUDUK

Jumlah penduduk di wilayah Provinsi DKI Jakarta tahun 2011 sebanyak 10.187.595 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 15.381 jiwa per km2. Penyebaran penduduk di Provinsi DKI Jakarta masih bertumpu di  Kota Jakarta Timur yakni sebesar 28,73 persen dan Kota Jakarta Barat sebesar 22,19 persen sedangkan yang terendah Kabupaten Kepulauan Seribu sebesar 0,24. Sementara dilihat dari kepadatan penduduk Kabupaten/Kota yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kota Jakarta Pusat yakni sebanyak 23.346 jiwa per Km2 dan yang paling rendah adalah Kabupaten Kepulauan Seribu dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 2866 jiwa per Km2. Dilihat dari sisi laju pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir (2000- 2010) Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,40 persen lebih rendah dari pertumbuhan nasional penduduk nasional (1,49%). Sementara untuk laju pertumbuhan penduduk kabupaten/kota tertinggi terdapat di Kepulauan Seribu 2,02 persen sedangkan yang terendah di Kabupaten Jakarta Pusat sebesar 0,27 persen


KETENAGA KERJAAN

Perkembangan ketenagakerjaan di Provinsi DKI Jakarta dalam 5 tahun terakhir menurut jumlah penduduk usia kerja, angkatan kerja, penduduk bekerja, dan jumlah pengangguran terbuka. Perkembangan penduduk usia kerja, penduduk bekerja secara absolute menunjukkan peningkatan. Namun jumlah pengangguran terbuka cenderung meningkat.
Penduduk Usia Kerja, Perkembangan jumlah penduduk usia kerja dalam lima tahun terakhir meningkat, jumlah penduduk usia kerja tahun 2012 mencapai 7.502.191 jiwa lebih besar dari tahun 2008,  dengan jumlah angkatan kerja mencapai 5.368.572 jiwa dan bukan angkatan kerja 2.133.619 jiwa. Penyebaran penduduk usia kerja paling banyak terdapat di Kota Jakarta Timur yaitu sebanyak 2.073.881 jiwa.

Penduduk usia kerja menurut tingkat pendidikan terakhir yang ditamatkan, meskipun memiliki potensi penduduk usia produktif yang besar, namun sebagian besar masih merupakan tamatan pendidikan dasar, yaitu mencapai 20,75 persen, dan menengah (SMP dan SMA) mencapai sekitar 63,94 persen. Sementara untuk tamatan pendidikan tinggi (universitas dan akademi) sekitar 15,31 persen dari total penduduk usia kerja. Sementara berdasarkan tipe daerah, semua penduduk usia kerja (100%) terdapat di perkotaan.

Angkatan Kerja. Perkembangan angkatan kerja Provinsi DKI Jakarta dalam 5 tahun terkahir  meningkat, jumlah angkatan kerja tahun 2013 sebanyak 5,163,949 jiwa atau 4,16 persen dari angkatan kerja nasional, yang terdiri dari 4,650,780 jiwa penduduk bekerja dan 513,169 jiwa. Sementara penyebaran angkatan kerja tahun 2012 terbesar di Kota Jakarta Timur, yaitu sebanyak 1.339.113 jiwa, dan paling rendah di Kabupaten Adm. Kep. Seribu (10.908 jiwa).

KESEHATAN
Perkembangan derajat kesehatan penduduk antarprovinsi di wilayah DKI Jakarta selama periode terakhir menunjukkan kondisi perbaikan, yang diindikasikan oleh menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB), dan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH). Kondisi ini sejalan dengan perkembangan perbaikan kondisi kesehatan secara nasional yang cenderung terus membaik.
Angka Kematian DKI Jakarta (AKB), Menurut hasil Survei Demografi dan Kesehatan  Indonesia (SDKI), kondisi AKB menunjukan perbaikan dalam lima tahun terakhir (2005-2010), AKB tahun 2010 sebesar 7,9 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.  Kondisi AKB Provinsi DKI Jakarta tergolong rendah dan berada  di bawah rata-rata AKB nasional.
Status Gizi DKI Jakarta, Kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan indikator status gizi DKI Jakarta, merupakan gangguan pertumbuhan bayi yang terjadi sejak usia dini (4 bulan) yang ditandai dengan rendahnya berat badan dan tinggi badan, dan terus berlanjut sampai usia DKI Jakarta. Hal tersebut terutama disebabkan rendahnya status gizi ibu hamil. Perkembangan status gizi DKI Jakartauntuk persentase DKI Jakarta gizi buruk/kurang menurun pada tahun 2010 dibandingkan tahun 2007, dan lebih rendah dibandingkan nasional

PROBLEM KOTA JAKARTA
Jakarta merupakan kota besar yang menjadi pusat aktivitas perekonomian di Indonesia. Hal ini menyebabkan Jakarta menjadi tempat tujuan bagi banyak orang untuk berjuang mencari nafkah di Jakarta. Anggapan ini menjadi salah satu faktor yang membuat Jakarta menjadi kota yang padat penduduk dan memunculkan berbagai masalah yang harus dihadapi di ibukota ini. Berikut 5 hal yang menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Jakarta.

1. Macet
Situasi kemacetan kota Jakarta bisa dibilang sudah menjadi makanan sehari-hari penduduk Jakarta. Setiap harinya, lalu lintas kota Jakarta memang tidak bisa lepas dari kemacetan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitasnya. Peningkatan jumlah kendaraan tanpa diimbangi dengan perluasan jalan tentu menyebabkan kemacetan di berbagai jalan Jakarta. Untuk mengatasi kemacetan ini, diperlukan kerjasama antara pemerintah dan penduduknya yaitu dengan membuat fasilitas kendaraan umum yang nyaman untuk pemerintahnya dan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan untuk mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.

2. Banjir
Setiap tahunnya, bencana banjir selalu terjadi di berbagai kawasan Jakarta. Hal ini disebabkan oleh buruknya sistem pengaliran air karena padatnya kawasan perumahan di Jakarta. Selain itu banjir juga disebabkan oleh menumpuknya sampah yang menyumbat aliran air seperti selokan dan sungai sehingga terjadi banjir dari luapan sungai tersebut. Mengatasi hal ini juga perlu kerjasama antara pemerintah dan masyarakatnya. Pemerintah perlu membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakatnya akan banjir serta cara mengatasinya. Sedangkan masyarakat harus lebih sadar dan mau bekerjasama mulai dari hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan melakukan kegiatan kerja bakti pada masing-masing daerah.

3. Sampah
Banyaknya sampah di kota Jakarta juga menjadi permasalahan yang banyak ditemui oleh para penduduknya. Sistem pembuangan sampah di Jakarta masih tergolong buruk. Di berbagai daerah, masih ditemukan tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap di tempat yang tidak seharusnya menjadi tempat pembuangan sampah. Hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang masih kurang mengenai sistem pembuangan sampah. Mengatasi hal ini diperlukan adanya peningkatan kesadaran dan sistem yang jelas dalam pembuangan sampah di kota Jakarta.

4. Korupsi
Masalah korupsi menjadi hal yang harus dihadapi oleh Jakarta. Hal ini bukan hanya mencakup perbuatan korupsi besar yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan tetapi juga korupsi kecil yang biasa ditemukan pada aktivitas sehari-hari. Praktik korupsi kecil atau biasa disebut pungutan liar (pungli) masih bisa ditemukan di kota Jakarta. Hal ini kebanyakan terjadi pada sebuah lembaga yang mengurus birokrasi. Untuk mengurus sebuah hal, biasanya diperlukan sejumlah uang pungli yang diberikan sebagai 'uang pelicin' untuk memperlancar berbagai urusan. Hal seperti ini masih banyak terjadi di Jakarta dan masih menjadi hal yang perlu dihadapi.

5. Pengangguran
Masalah tingginya angka pengangguran di Jakarta juga menjadi masalah lain yang terjadi di kota ini. Tingkat pengangguran yang tinggi terjadi akibat banyaknya orang yang pindah ke Jakarta berharap mendapatkan pekerjaan yang layak. Pada kenyataannya, banyak sekali orang yang datang ke Jakarta tanpa modal apapun sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran di Jakarta. Hal ini menyebabkan banyaknya pemukiman kumuh, jumlah pengemis yang tinggi, dan permasalahan lain akibat kepadatan jumlah penduduk yang terjadi di Jakarta


PROFIL GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR

GUBERNUR : ANIES BASWEDAN
Biografi dan Profil Anies Baswedan serta Biodata Lengkapnya. Namanya sudah tidak asing lagi di Indonesia. Ia terkenal sebagai praktisi pendidikan atau akademisi. Pernah menjabat sebagai Rektor Paramadina, Menteri Pendidikan era presiden Joko Widodo. Kini ia sekarang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta yang akan dilantik pada Oktober 2017 bersama dengan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan lahir dengan dengan nama lengkap Anies Rasyid Baswedan. Ia dilahirkan pada tanggal 7 Mei 1969 di Kuningan, provinsi Jawa Barat.

Anis Baswedan terlahir di keluarga Akademisi. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Drs. Rasyid Baswedan, S.U. yang bekerja sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia dan Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd. yang bekerja sebagai Guru besar dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Negeri Yogyakarta).

Anies Baswedan merupakan cucu dari Abdurrachman Baswedan (AR Baswedan), Kakeknya merupakan salah seorang pejuang pergerakan nasional dan pernah menjadi Menteri Penerangan pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Anies diketahui memiliki saudara bernama Abdillah Rasyid Baswedan dan Ridwan Rasyid Baswedan. Anies juga merupakan sepupu dari Novel Baswedan yang merupakan penyidik di KPK.


WAKIL GUBERNUR :  SANDIAGA UNO

H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. (lahir di Rumbai, Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969; umur 48 tahun) adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Ia memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 bersama dengan Anies Baswedan, dan memulai masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017.[3][4] Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandiaga Uno yang berdarah Gorontalo ini kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda.

Sandiaga Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, ia mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, ia tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta



Dikutip ulang oleh tim

www.purnamaacademy.com
Traiing Provider Jakarta
hotline : 0838-0838-001
email : info@purnamaacademy.com